My name is Ressa Apriliah, I am 19 years old. I am college majoring in accounting at the University Gunadarma 5th semester, here I want to tell you if I want to be a teacher, I want to be a creative teacher in teaching. I want to be able to make the students comfortable with my presence. I want to teach with a lot of different methods but exciting. In this way students do not feel bored with my teaching metote. I do not want a learning atmosphere became too tense, so I have to be fun, it's one trait that I want to have as a teacher. I want to be an authoritative teacher so that any science that I teach is not trivialized by my students someday. And most importantly I have become a good teacher, so that in teaching my students do not need to carry lots of books. I want the questions given to students not only equal in the book, because that is in the book just so-so only.
In addition I have mentioned above, I want to be a teacher who always be fair to every student. Always be friendly and full of affection to all students. I also want to have an honest nature, religious, responsibility, and patience in dealing with students who have different characters. I also have to have a candor that what I do god bless u.
Many teachers who teach are still monotonous, students only listen and notes while the teacher explains. I want to have a trait that is always and can make innovations in teaching, so students do not feel tense and enjoy education. I also want to have the nature of firm but not hard. I want to become teachers who discipline, do not underestimate the time. I also want to be a good teacher, who could become the second parents to the students, trying to assist in resolving the problem. Always encourage students to remain vibrant achieve all his dreams. So a bit of a profile that I want to have, like there is in me as a teacher. Hopefully I can be like what I expected.
First National Police Headquarter 1.HEAD OF STATE POLICE REPUBLIC OF INDONESIA(Starch-4 Stars) 2. DEPUTY POLICE CHIEF STATE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA(Starch-3 Stars)
II GENERAL SECRETARIAT 1. of the Secretary General (Pati-3 Stars) 2. of the Deputy Secretary General (Pati-2 Stars)
III Inspectorate General 1. Of the An Inspector General (Pati-3 Stars) 2. Of the Deputy Inspector General(Pati-2 Stars)
IV DEPUTY OPERATIONS 1. Deputy Chief of Police Affairs Operational (Starch-3 Stars) 2. Secretary Deputy Chief of Police Field Operations(Starch-2 Stars) 3. Corps Commander of Brigade(Starch-2 Stars)
V DEPUTY HUMAN RESOURCES 1. Deputy Chief of Police Field Resources Human Resources(Starch-3 Stars) 2. Secretary Deputy Chief of Police Human Resources (Starch-2 Stars)
VI DEPUTY LOGISTICS 1. Deputy Chief Logistics Division (Starch-3 Stars) 2. Secretary Deputy Chief of Police Logistics Sector(Starch-2 Stars)
VII DEPUTY EDUCATION AND TRAINING 1. Deputy Chief Education and Training (Starch-3 Stars) 2. Secretary Deputy Chief of Police Education and Training Sector (Starch-2 Stars) 3. Head of the Police Academy (Starch-2 Star) 4. Head of School Staff and Leaders Pati-2 Star VIII STAFF EXPERTS 1 Coordinator Senior Advisor( Starch-1 Stars)
IX Corps Investigation 1 Head Detective Corps (Pati-2 Star)
X SECURITY INTELLIGENCE AGENCY 1 Head Security Intelligence Service(Starch-2 Stars)
XI THE LAW OF AGENCY GUIDANCE 1 Head Legal Development Agency (Starch Star-2) XII PUBLIC RELATIONS AGENCY 1 Head of Public Relations Agency(Starch Star-2) XIII UNIVERSITY POLICE SCIENCE A Governor / Head of Higher Education Police Science (Starch Star-2)
B. REGIONAL LEVEL
XIV Police 1 Head of State Police Areas of the Republic of Indonesia Type A(Starch Stars-2)
untuk seseorang cinta datang saat kutemui engkau dibawah hujan bersama lukaku yang mengendap karena masa lalu
cinta tumbuh saat kudapati engkau berdiri dipinnggiran oase ditengah padang gersang yang hampir membunuhku
cinta tumbuh bersama setitik embun yang jatuh didaun talas yang kemudian kureguk bersamamu
tapi aku benci ketika seseorang datang padamu dan memberikan sesuatu yang lebih berharga dari yang pernah aku berikan
dan aku lebih benci ketika kau lebih memilih dia ketimbang aku yang selama ini bersamamu
di bawah hujan dan ditengah gurun yang gersang aku merenung bersama angin sepoi yang kemudian berubah menjadi badai yang menenggelamkanku kemudian membunuhku
segenggam harapan untuk bersamamu sirna bagai cahaya yang tertelan gelap bagaikan sebatang lilin yang meleleh yang tak berarti lagi kini
kucoba hapus semua hal tentang dirimu tapi sulit bagiku bahkan teriakpun, tak ada yang mau mendengarku
entah kapan kau akan mengerti harapan yang tertinggal luka perih yang masih mencoba untuk menggapaimu membahagiakan hati ini
Merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, bahwa besarnya merkantilisme mengajarkan bahwa pemerintahan suatu negara harus mencapai tujuan ini dengan melakukan perlindungan terhadap perekonomiannya volume perdagangan global teramat sangat penting. Pemerintah negara mendukung ekspor dengan insentif dan menghadang.
Contoh raja pengikut / penganut sistem merkantilisme :
1. Raja Karel V dari negara Spanyol
2. Ratu Elizabeth dari Inggris
3. Prinsmaurits berasal dari Belanda
4. Louis XIV dari Prancisang import dengan tarif.
Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama.
Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara.
Fasisme adalah ideologi yang telah membawa bencana besar bagi umat manusia. Selain menyebabkan jutaan manusia terbunuh dan disiksa hanya karena ras mereka, paham ini juga telah berupaya menghapuskan seluruh nilai-nilai luhur dalam kehidupan manusia. Selain memaparkan beragam kecenderungan fasis yang menjelma dalam berbagai bentuk dan penampilan, dan menyingkap asal usul serta tujuannya. Buku ini berusaha pula membongkar kedok fasisme, dan memperlihatkan bahwa fasisme sejatinya merupakan sistem anti-agama.
Anarko-Komunisme adalah suatu bentuk dari anarkisme yang mengajarkan penghapusan negara (atau institusi kenegaraan) dan faham kapitalisme, untuk sebuah jaringan asosiasi sukarela di mana semua orang bebas untuk memenuhi kebutuhannya. Anarko-Komunisme juga dikenal dengan sebutan anarkis komunisme, komunis anarkisme, anarkisme-komunis ataupun komunisme libertarian. Namun, walaupun semua anarkis komunis adalah komunis libertarian, tetapi tidak semua komunis libertarian adalah anarkis (menganut faham anarkisme), misalnya dewan komunis. hal yang membedakan anarko-komunisme dari varian lain dari libertarian komunisme adalah bentuk oposisinya terhadap segala bentuk kekuasaan politik, hirarki dan dominasi. Komunisme bisa tumbuh subur di negara-negara miskin maupun negara berkembang, namun dengan runtuhnya negara-negara komunis yang kuat menyebabkan faham-faham komunis inipun tidak akan bisa berkembang menjadi besar.
Kebijakan deviden (Deviden Policy) adalah kebijakan untuk menentukan berapa banyak laba yang harus dibbayarkan (Deviden) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali didalam perusahaan (Laba ditahan).
Devidend Payout Ratio (DPR) adalah deviden kas tahunandibagi dengan per lembar saham (EPS). Rasio ini menunjukan persentaseperusahaan yang dibayarkan kepada para pemegang saham biasa perusahaan berupa deviden kas. Apabila laba saat ini perusahaan ditahan dalam jumlah yang besar, berarti laba yang akan dibayarkan sebagai deviden semakin kecil.
Deviden adalah pendapatan bagi pemegang saham yang dibayarkan setiap akhir periode sesuai dengan persentasenya.
Jadi, Kebijakan deviden merupakan bagian integral dari keputusan pembelanjaan perusahaan.
1.1 Kebijakan Deviden Pasif dan Aktif
♦ Deviden Sebagai Sisa Pasif
Apabila kita melakuakan kebijakn deviden sebagai keputusan pembelanjaan secara kaku, pembayaran deviden kas merupakan sisa pasif. Persentase pendapatan yang dibayarkan sebagai deviden akakn berfluktuasi pada periode ke periode sesuai dengan fluktuasi jumlah kesempatan investasi yang diterima perusahaan. Apabila kesempatan investasi tersebut berlebihan maka perusahaan pendapatan yang dibayarkan untuk deviden adalah 0, sebaliknya apabila kesempatan investasi yang menguntungkan tidak ada maka pembayaran deviden adalah 100% dari pendapatan tersebut. Jadi, DPR adalah bernilai 0 sampai 1.
Perlakuan kebijakan deviden sebgai sisa yang pasif, ditentukan tersendiri oleh tersedianya usaha investasi yang dapat diterima, menunujukan secara langsung bahwa deviden tidak relevan.
2. KETIDAKRELEVANAN DEVIDEN
M&M menyediakan argumentai terbaik untuk ketidakrelevanan deviden. Mereka menyatakan bahwa keputusan investasi yang ditentukan perusahaan, DPR adalah pelengkap belaka dan DPR tidak mempengaruhi kekayaan para pemegang saham. M&M berargumentasi bahwa nilai perusahaan ditentukan tersendiri oleh kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan (laba), atau kebijakan investasi. Jadi, Pembagian pendapatan perusahaan menjadi deviden dan laba yang ditahan tidak mempengaruhi nilai perusahaan.
2.1Deviden Sekarang Versus Penahanan Pendapatan (Laba), setelah perusahaan membuat keputusan investasi, maka harus diputuskan apakah :
a)Menahan pendapatan, atau
b)Membayar deviden dan menjual saham baru sebesar deviden tersebut dalam rangka membelanjai investasi perusahaan.
3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN DEVIDEN
Adapun factor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya dviden yang dibayarkan oleh perusahaan kepada paar pemegang saham antara lain :
☺ Aturan Yang Sah
-Aturan tentang Melemahnya Modal
Sering ada aturan yang melarang perusahaan membayar deviden bila pembayaran tersebut dilakukan maka akan membuat modal perusahaan ini melemah.
Tujuan utama dari aturan ini adalah untuk melindungi para kreditur perusahaan, dan aturan tersebut mungkin mempunyai beberapa pangaruh bila perusahaan tersebut adalah relative baru.
-Aturan Insolvensy
Terdapat aturan yang melarang pembayaran deviden kas bila perusahaan dalam keadaan tidak solvable.
Insolvency adalah kondisi dimana nilai utang yang tercatat melebihi niali aktiva yang tercatat, atau perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban untuk membayar semua utamgnay pada saat jatuh tempo.
-Aturan Penahan Laba
Apabila perusahaan menahan labanya secara berlebihan terutama dengan tujuan menghindari pajak juga dilarang. Dengan tidak pernah membagi deviden maka para pemegang saham tidak terkena pajak deviden, hanya terkena pajak Capital Gains saja.
☺ Posisi Likuiditas Perusahaan
☺ kebutuhan Dana Perusahaan Untuk Membayar Hutang
☺ Tingkat Pertumbuhan Perusahaan
☺ Pengawasan Terhadap perusahaan
☺ Kemampuan Meminjam
☺ Tingkat Keuntungan
☺ Stabilitas Return
☺ Akses Kepasar Modal
☺ Batasan Dalam Kontrak Utang
☺ Kontrol
Rupiah
400
EPS
300
200
_ _ _ _ __ _ _ _ _
100_ _ _ _׀׀׀_ _ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ DPS
׀ _ _ _ _ _׀
Waktu
Gambar Kebijakan Deviden Pada Perusahaan A
4. TEORI KEBIJAKAN DEVIDEN
Manajemen mempunyai 2 alternatif perlakuan terhadap penghasilan bersih sesudah pajak (EAT) perusahaan :
Dibagi kepada para pemegang saham perusahaan dalam bentuk deviden
Diinvestasikan kembali ke perusahaan sebagai laba ditahan (retained earning)
Persentase deviden yang dibagi dari EAT disebut “Devidend Payout Ratio” (DPR)
Deviden yang ditahan
DPR =
EAT
Persentase laba ditahan dari EAT adalah (1-DPR)
Berbagai pendapat atau teori tentang kebijakan deviden antara lain :
·Teori “Deviden tidak relevan” Dari MM
Menurut Modigliani dan Militer (MM), nilai suatu perusahaan tida ditentukan oleh besar kecilnya DPR, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak (EBIT) dan kelas resiko perusahaan. Jadi, menurut MM deviden adalah tidak relevan.
- Pernyataan MM ini didasarkan oleh beberapa asumsi yang “lemah” seperti :
a) Pasar modal sempurna dimana semua investor adalah rasional.
b) Tidak ada biaya emisi saham baru jika perusahaan menerbitkan saham baru.
c) Tidak ada pajak.
d) Kebijakan investasi perusahaan tidak berubah.
Dapat diketahui bahwa modal sendiri dapat berasal dari laba ditahn dan menerbitkan saham biasa baru. Jika modal sendiri berasa dari laba ditahan , biaya modal sendiri berentuk Ks. Tapi bila berasal dari saham biasa baru, biaya modal sendiri adalah
D1D1
Ks =+ gKe = + g
PoPo (1 - F)
Keterangan :
Ks= Biaya modal sendiri dari laba ditahan
Ke= Biaya modal sendiri dari saham baru
Di= Deviden setahun mendatang
Po= Harga saham saat ini
g= Pertumbuhan deviden / keuntungan
F= flotation cost atau biaya emisi saham
Jika D1, Po dan g adalah sama , dapat disimpulakan bahwa Ke lebih besat dari Ks.
Artinya perusahaan lebih suka menggunakan laba ditahan dari pada menerbitkan saham baru.
·Teori “The Bird in the Hand”
Menurut Gordon dan Lintner menatakan bahwa biaya modal sendiri (Ks) perusahaan akan naik jika DPR rendah. Mengapa? Karena investor lebih suka menerima deviden daripada capital gains.
» Ingat : bahwa dilihat dari sisi investor, Ks adalah tingkat keuntungan yang disyaratkan investor pada saham.
D1
Ks =+ g
Po
= Devidend yield + Capital gains yield
·Teori perbedaan pajak
Teori ini diajukan oleh Litzenberger dan Ramaswamy. Mereka menyatakan karena adanya pajak terhadap keuntungan deviden dan capital gains, para investor lebih menyukai capital gains karena dapat menunda pembayaran pajak.
·Teori “Signaling Hypothesis”
Seperti teori deviden laiannya, teori “Signaling Hypothesis” ini juga sulit dibuktikan secara empiris. Adalah nyata bahwa perubahan deviden mengandung beberapa informasi. Tapi sulit dikatakan apakah kenaikan dan penurunan harga setelahj adanya kenaikan dan penurunan deviden semata-mata disebabkan oleh efek “sinyal” atau disebabkan karena efek “sinyal” dan preferensi terhadap deviden.
·Teori “Clientele Effect”
-Teori ini menyatakan bahwa kelompok (clientele) pemegang saham yang berbeda akan memiliki preferensi yang berbeda terhadap kebijakan deviden perusahaan.
-Kelompok pegeng saham yang membutuhkan penghasilan pada saat ini lebih menyukai suatu Dividend Payout Ratio yang tingi. Sebaliknya kelompok pemegang saham yang tidak begitu membutuhkan uang saat ini lebih senanag jika perusahaan menahan sebgaian besar laba bersih perusahaan.
-Bukti empiris menunjukan bahwa efek dari “clientele” ini ada. Tapi menurut MM hal ini tidak menunjukan bahwa deviden besar lebih baik dari deviden kecil, Demikian sebalikmya. Efek “clientele” ini hanya mengatakan bahwa bagi sekelompok pemegang saham, kebijakan deviden tertentu lebih menguntungkan mereka.
5. MACAM-MACAM KEBIJAKAN DEVIDEN
♦Kebijakan Deviden Yang Stabil
Artinya jumlah deviden per lembar dibyarkan setiap athun tetap selam jangka waktu
tertentu meskipun pendapatan per lembar saham per tahunnya berfluktuasi.
♦Kebijakan Deviden Dengan Penetapan jumlah Deviden Minimal Ditambah Jumlah Ekstra Tertentu
Artinya Kebijakan ini meneukan jumlah rupiah minimal deviden per lembar saham setiap tahunnya apabila keuntungan perusahaan lebih baik akan membayar deviden ekstra
♦Kebijakan Deviden Dengan Penetapan Deviden Payout Ratio yang Konstan
Artinya kebijakan ini memberi deviden yang besarnya mengikuti besarnya laba yang diperoleh oleh perusahaan. Semakin besar laba yang diperoleh, semakin besar deviden yang dibayarkan dan sebaliknya.
Dasar yang digunakan sering disebut Deviden Payout Ratio
♦Kebijakan Deviden Yang Fleksibel
Artinya besarnya setiap tahun disesuaikan dengan kondisi financial dan kebutuhan financial dari perusahaan yang bersangkutan.
6.STOCK REPURCHASE, STOCK DEVIDEN DAN STOCK SPLIT
a)Stock Repurchase
·Sebagai alternative terhadap pemberian deviden berupa uang tunai (cash dividend), perusahaan dapat mendistribusikan pendapatan kepada para pemegang saham dengan cara membeli kembali saham perusahaan (repurchasing stock).
·Efek dari pembelian kembali saham perusahaan diilustarsikan sebagai berikut,
Contoh : PT. OXA memiliki laba bersih setelah pajak untuk tahun 2009 sebesar 100
juta. 50% dari jumlah ini akan didistribusikan kepada pemegang saham. Jumlah saham beredar adalah 25.000 lembar. PT. OXA dapat menggunakan 50 juta untuk membeli kembali 2.273 lembar saham perusahaan melalui tender dengan harga Rp.22.000,- / lembar. Sebagai alternative, perusahaan dapat membagikan deviden sebesar Rp.2000,- / lembar. Harga saham saat ini adalah Rp.20.000,- / lembar.
Efek dari sock repurchase pada EPS (Earning Per Share) dan harga saham adalah :
100 juta
- EPS sekarang = = 4.000,- / lembar
25.000
20.000,-
- PER (Price Earning Ratio) sekarang == 5 x PER dianggap konstan
4.000,-
100 juta
- EPS setelah Stock Repurchase == 4.400,- / lembar
22.727
-Harga saham yang diharapkan setelah stock repurchase = PER x EPS
= 5 x 4.400 = Rp 22.000,-
-capital Gains yang diharapkan = 22.000 – 20.000 = Rp 2.000,-
·Harga stock repurchase pada ekuilibrium (Harga yang membuat sama pilihan untuk menjual saha kembali ke perusahaan atau menahannya) dapat dihitung dengan rumus sbb :
( S x Pc )
P*=
( S - n )
Keterangan :
P*= Harga stock repurchase equilibrium
S= Jumlah saham beredar sebelum stock repurchase
Pc= Harga saham saat ini sebelum stock repurchase
n= Jumlah lembar saham yang akan dibeli kembali oleh perusahaan
Misalnya, ilustrasi PT. OXA diatas dapat dihitung harga stock repurchase nya.
Dik :S= 25.000 lembar
Pc = Rp. 20.000,-
n= 2.273 lembar
Jawab :
(25.000 x 20.000)
P*== Rp.22.000 ,-
(25.000 – 2.273)
·Keuntungan stock repurchase bagi pemegang saham
(1)Stock repurchase sering dipandang sebagai tanda positif bagi investor karena pada umumnya Stock repurchase dilakukan jika perusahaan merasa bahwa saham “undervalued”
(2)Stock repurchase mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar.
·Kerugian stock repurchase bagi pemegang saham
(1)Perusahaan membeli kembali saham dengan harga terlalu tinggi.
(2)Keuntungan stock repurchase dalam bentuk capital gains, padaahal sebagian investor lebih menyukai deviden.
·Keuntungan stock repurchase pada perusahaan
(1)Menghindari kenaikkan deviden
(2)Dapat digunakan sebagi strategi intuk mengacau usaha pangambil-alihan perusahaan (yang biasanya dilakukan dengan cara membeli saham sebanyak-banyaknya hingga mencapai jumlah saham mayoritas). Stock repurchase dapat menggalkan usaha ini.
(3)Mengubah struktur modal perusahaan
(4)Saham yang ditari kembali dapat dijual kembali ke pasar jika perusahaan membutuhkan tambahan dana.
·Kerugian stock repurchase bagi perusahaan
(1)Dapat merusak image perusahaan
(2)Setelah stock repurchase, Pasar mungkun merasa bahwa resiko perusahaan meningkat sehingga dapat menurunkan harga saham.
b)Stock deviden
Adalah kebijakan yang pembayaran devidennya kepada pemegang saham dalam bentuk saham bukan dalam uang tunai.
Rumus :
Stock Deviden (SD) = % SD * Jumlah lembar saham
Pemberian deviden tidak akan mengubah besarnya jumlah modal sendiri, tetapi akan mengubah komposisi dari modal sendiri perusahaan yang bersangkutan. Karena pada dasarnya pemberian stock deviden ini akan mengurangi pos laba di tahan di neraca dan akan ditambahkan ke pos modal saham
c)Stock Splits
Merupakan kebijakan untuk meningkatkanb jumlah lembar saham dengan cara pemecahan jumlah lembar saham menjadi jumlah lembar yang lebih banyak dengan pengurangan nilai nominal saham yang lebih kecil secara proporsional.Oleh karena itu dengan stock splits harga saham menjadi lebih murah.
Rumus :
ba
xJumlah lembar sahamx Jumlah lembar saham
ab
7. KEBIJAKAN REVERSE STOCK SPLITS
·Reverse Stock Splits
Kebijakan untuk menurunkan jumlah lembar saham dengan cara pengurangan jumlah lembar saham menjadi lembar yang lebih sedikit dengan penambahan harga nominal per lembar secra proporsional.
Dari bukti empiris, dengan adanya reverse stock splits mengakibatkan harga saham turun secara signifikan. Penurunan tersebut diperlambat oleh prestasipendapatan perusahaan diwaktu yang lalu, jadi perusahaan yang sehat akan berfikir dua kali sebelum melaksanakan referse stock splits
Rumus :
ab
xJumlah lembar sahamx Jumlah lembar saham
ba
Keterangan :
a = Perbandingan terkecil
b = Perbandingan terbesar
8. PEMBELIAN KEMBALI SAHAM
Ada 3 metode yang dapat digunakan untuk membeli kembali saham
(1)Saham dapat dibeli pada pasar terbuka (open market)
(2)Perusahaan membuat penawaran formal untuk membeli saham perusahaan dalam jumlah tertentu dan harga yang telah ditetapkan.
(3)Perusahaan membeli sejumlah sahamnya kembali dari satu atau beberapa pemegang saham besar (major stockholder). Pendekatan ini disebut “negotiated basis”.
(4)Keputusan investasi atau pembelanjaan
9. RUMUS-RUMUS YANG DIGUNAKAN
1. Stock Deviden (SD)= % SD x Jumlah lembar saham
2. Saham biasa (SB)= Harga nominal x (SD + Jumlah lembar saham) atau
3. Saham biasa baru= SB lama + ( SD x Harga nominal )
4. Agio saham (AS)=
AS lama + {SD(HP-HN)} , Jika nilai harga pasar (HP) › harga nominal (HN)
AS lama – {SD(HN-HP)} , Jika nilai harga pasar (HP) ‹ harga nominal (HN)
5. Laba yang ditahan= LYD lama – (SD x HP)
6.Rumus stock splits dan reverse splits
Keterangan : HP => Harga pasar
HN => Harga nominal
10. CONTOH SOAL :
1.Diketahui struktur modal PT. BARBIELUV’ U adalah sbb :
Saham biasa ( @ 5000, 5000 lembar)= Rp. 25.000.000
Agio saham= Rp. 25.000.000
Laba ditahan= Rp. 25.000.000+
Jumlah modal sendiri= Rp.75.000.000
Jika perusahaan melakukan :
a.Stock deviden sebesar 20% dari lembar saham biasa sedangkan harga pasar Rp.8000/lembar. Tentukan struktur modal baru setelah dilakukan stock deviden dan berikan alasannya !
b.Stock splits “two to five”. Tentukan struktur modal baru setelah stock splits dan berikan analisanya !
c.Reverse splits “three to six”. Tentukan struktur modal baru setelah reverse splits dan berikan analisisny !
JAWAB :
Stock deviden= 20% x 5000 = 1000
Saham biasa= 5000 x (1000 + 5000) = 30.000.000
Agio saham= 25.000.000 + (1000(8000-5000))
= 25.000.000 + 3000.000 = 28.000.000
LYD= 25.000.000 – (1000 x 8000) = 17.000.000
Struktur modal baru PT. BARBIELUV’ U adalah sbb :
Saham biasa ( @ 5000, 6000 lembar )= Rp.30.000.000
Agio saham = Rp.28.000.000
LYD= Rp.17.000.000+
Jumlah modal sendiri= Rp.75.000.000
Analisa : jika perusahaan melakukan stock deviden 20%, maka jumlahlembar saham akan bertambah sebanyak 1000 lembar, agio saham bertambah menjadi Rp.28.000.000 dan laba ditahan berkurang menjadi Rp.17.000.000
a.Stock splits “nine to three”
b a
=x Jumlah lembar=x Nilai nominal
ab
52
=x 5000 = 12.500=x 5000 = 2000
25
Jadi, struktur modal baru PT. BARBIELUV’ U adalah sbb :
Saham biasa ( @ 2000, 12.500 lembar)=Rp.25.000.000
Agio saham=Rp.25.000.000
Laba ditahan=Rp.25.000.000+
Jumlah modal sendiri= Rp.75.000.000
Analisis : jika perusahaan melakukan stock splits “two to five”, maka jumlah lembar saham bertambah menjadi 12.500 lembar sedangkan nilai nominal saham akan berkurang menjadi Rp.2000/lembar.
b.Reverse splits “two to three”
a b
=x Jumlah lembar=x Nilai nominal
ba
36
=x 5000 = 2500=x 5000 = 10000
63
Jadi, struktur modal baru PT. BARBIELUV’ U adalah sbb :
Saham biasa ( @ 2000, 12.500 lembar)=Rp.25.000.000
Agio saham=Rp.25.000.000
Laba ditahan=Rp.25.000.000+
Jumlah modal sendiri= Rp.75.000.000
Analisis : jika perusahaan melakukan stock splits “two to five”, maka jumlah lembar saham bertambah menjadi 12.500 lembar sedangkan nilai nominal saham akan berkurang menjadi Rp.2000/lembar.
Jadi, struktur modal baru PT. BARBIELUV’ U adalah sbb :
Saham biasa ( @ 10000, 2500 lembar)=Rp.25.000.000
Agio saham=Rp.25.000.000
Laba ditahan=Rp.25.000.000+
Jumlah modal sendiri= Rp.75.000.000
Analisis : jika perusahaan melakukan stock splits “three to six”, maka jumlah lembar saham berkurang menjadi 2.500 lembar sedangkan nilai nominal saham akan bertambah menjadi Rp.10.000/lembar.
REFRENSI :
1. Drs. Lukas Atmaja. M, Sc , Akuntansi Manajemen ,1995
2. Digital Book tahun ajaran ATA //tingkat 2, Universitas Gunadarma